Ayat Alquran Untuk Halal Bihalal

Ayat Alquran Untuk Halal Bihalal – Jakarta, Puslitjak – Tradisi masyarakat muslim Indonesia merayakan Idul Fitri dengan menggelar silaturahmi melalui acara halalbihalal. Istilah halalbihalal berarti mengurai kebingungan, kebingungan dan kesalahan yang dilakukan di masa lalu. Artinya, melalui halalbihalal diharapkan semua kesalahan akan hilang, hilang, dan menjadi suci kembali.

Tradisi halalbihalal terus berkembang di Indonesia hingga saat ini. Kata halalbihalal dibakukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan memiliki dua arti. Yang pertama adalah soal ampunan setelah puasa Ramadhan. Kedua, dipahami juga sebagai bentuk hiburan, biasanya dilakukan oleh sekelompok orang dengan berkumpul di tempat yang luas, bersalaman dan makan bersama. Di saat kita masih terdampak pandemi COVID-19, suasana halal bihalal mulai bergeser menjadi dilakukan secara daring.

Ayat Alquran Untuk Halal Bihalal

Dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsinya, Puslitjak secara rutin mengadakan berbagai kegiatan atau program dengan melibatkan banyak pihak, agar kerjasama dan komunikasi selalu terjalin, menghindari kesalahan dan kesalahpahaman. Dalam rangka acara halalbihalal bertajuk “Penguatan Silaturahmi di Tengah Pandemi”, keluarga besar Puslitjak berupaya membangun kekompakan dalam suasana saling memaafkan. Acara dilaksanakan pada Rabu, 19 Mei 2021, dengan dihadiri dosen UIN Jakarta, Dr. Fuad Thohari, M.AG, dan mengundang para mantan pimpinan pusat, pejabat dan peneliti yang pernah berkarir di Puslitjak.

Masih Pandemi, Pemkot Mataram Gelar Halal Bihalal Secara Virtual

Di awal acara, untuk mendokumentasikan renungan bersama, pembacaan ayat suci Al Quran surat Al Fajr ayat 15-30 dinyanyikan oleh Dr. Widodo, M.Pd., sedangkan penampilan sari oleh Meni Handayani, SS, M.Si. Dalam sambutannya, Pj. Direktur Puslitjak Irsyard Zamjani P.hD. menunjukkan bahwa bulan Ramadhan secara harfiah adalah bulan pembakaran, bulan penyucian, dan bulan pembelajaran. Selama bulan puasa kita sering diingatkan untuk menjadi orang yang bertakwa. Namun jika kita cermati ayat 15-30 Alquran surah Al Fajr yang telah dibaca, tujuan puasa sebulan penuh yang sebenarnya adalah agar kita menjadi orang yang rendah hati, dermawan dan bersyukur.

Kerendahan hati adalah prasyarat mutlak bagi hasrat dan pembelajaran terus-menerus kita untuk mencapai kebesaran, yang merupakan proses berkelanjutan (pembelajaran seumur hidup). “Puslitjak adalah salah satu lembaga di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan-Ritek yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk terus belajar karena kami memberikan masukan penting kepada para pemangku kepentingan kami, sehingga mereka dapat membuat keputusan kebijakan yang berbasis bukti dan terukur,” kata Irsyad.

Selain itu, selama berpuasa, kita diajarkan untuk bisa selalu bersyukur. Bersyukur itu sangat penting, lebih menghargai kehidupan yang Tuhan berikan, menjaga kesehatan dengan sepenuh hati, dan juga peduli dengan keselamatan orang lain. Makna bersyukur yang lebih besar dalam hidup kita adalah bekerja dan beribadah sebanyak-banyaknya, beramal dan menunaikan kewajiban ibadah yang diberikan kepada kita. Dengan begitu hidup kita akan jauh lebih bermakna.

See also  Lagu Justin Bieber Let Me Love You

Pada kesempatan ini, dr. Agung Purwadi, pensiunan mantan Pimpinan Puslitjak, meminta maaf atas kelalaian selama interaksi. Agung juga menyampaikan bahwa ekosistem egaliter yang dibangun selama ini di Puslitjak secara inheren aktif dalam berinteraksi dan mempromosikan Puslitjak. Sependapat dengan pendapat tersebut, dr. Muktiono Waspodo yang juga mantan Pimpinan Puslitjak menegaskan sikap egaliter berimplikasi positif dalam mendukung kebijakan Kemendikbud.

Kjri Frankfurt Adakan Halal Bihalal Bersama Masyarakat Indonesia Dan Tokoh Agama

Pada puncak acara, Puslitjak memberikan siraman rohani kepada keluarga Ustaz Dr. Fuad Thohari, M.Ag. dari UIN Jakarta. Dalam khutbahnya, Ustaz Fuad menyampaikan bahwa ketika bulan Ramadan tiba, salam umat Islam terbagi menjadi tiga kelompok. Pertama, orang menganggap Ramadhan sebagai bulan biasa seperti bulan-bulan lainnya, sehingga mereka tidak mempersiapkan dan beribadah secara khusus. Kedua, bulan ramadhan disambut dengan suka cita sebagai tamu kehormatan, sehingga ketika bulan ramadhan tiba sikap, perilaku dan ibadah semua berubah. Ketiga, mereka yang merasa “dilecehkan” menjelang bulan Ramadhan, karena kesenangannya dibatasi dan hobinya dilarang.

Apalagi, ketika bulan Ramadan usai, bagaimana perasaan Anda? Untuk kelompok pertama dan ketiga, mereka akan merasa senang bahwa mereka dapat kembali ke kesenangan duniawi, tetapi untuk kelompok kedua, mereka akan merasa sedih karena tamu kehormatan mereka telah pergi. Lebih lanjut Fuad menegaskan bahwa tidak perlu bersedih ketika bulan Ramadhan telah usai karena bulan Ramadhan akan kembali untuk kita. Tapi sayangnya, jika bulan Ramadhan datang lagi, tempat kita telah pergi dari dunia ini.

Namun, Fuad berpesan: “Jadilah hamba Allah yang sejati, dan jangan pernah bertemu bulan Ramadhan setiap tahun, tetapi selama itu kamu hanya akan menjadi hamba bulan Ramadhan.” Mengapa Anda tidak bisa menjadi budak bulan Ramadhan? “Karena jika kamu hanya hamba bulan Ramadhan, setiap tahun sampai bulan Ramadhan, kamu hanya hamba bulan Ramadhan, maka pasti ketika bulan Ramadhan meninggalkanmu, ajaran Allah juga akan datang. dengan berlalunya informasi, melalui bulan Ramadhan.”

Fuad kemudian menutup khutbahnya dengan mengatakan bahwa puasa di bulan Ramadhan meningkatkan kualitas keimanan kita, yaitu meningkat dari seorang mukmin menjadi muttaqin, yaitu orang yang selalu bertakwa, menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. [Linda Efaria]Bulan Ramadhan telah usai. Hari ini, Senin, 9 Mei 2022, merupakan hari pertama kembalinya guru, ibu dan siswa ke sekolah setelah melaksanakan rangkaian acara dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1443 H dan libur umum. Saat ini semua warga SD Negeri 1 Giripurwo sudah melakukannya

See also  Jualan Apa Yang Laris Di Kampung

Halal Bihalal Keluarga Besar Loka Penelitian Sapi Potong 1440 H

Di halaman sekolah. Ikrar dan doa Syawalan dibacakan atas nama siswa kelas 5 dan ditanggapi oleh kepala sekolah. Acara Halal Bi Halal diakhiri dengan pembagian bingkisan kepada para siswa.

Bagi seluruh siswa di sekolah tersebut, SD Negeri 1 Giripurwo melanjutkan kegiatannya dengan acara Khataman Al-Qur’an untuk siswa kelas 6. Untuk mempersiapkan generasi yang mampu melawan kemajuan zaman, suatu keharusan bagi setiap unit, SD Negeri 1 Giripurwo percaya bahwa salah satu hal yang perlu dikuatkan adalah penguatan karakter pada diri siswa melalui Karakter Berbasis Nilai Budaya yang menjadi penggerak utama dalam upaya kami Terwujudnya Profil Mahasiswa Pancasila. Salah satu unsur Peningkatan Karakter adalah nilai-nilai agama sesuai dengan profil siswa Pancasila. SD Negeri 1 Giripurwo menyelenggarakan acara Khataman (Khotmil Quran) sebagai bentuk terima kasih kepada siswa kelas 6 yang telah selesai membaca 30 Juz Al Quran. Operasi ini merupakan salah satu implementasi dari Peningkatan Karakter yang direncanakan.

Kegiatan Khataman tingkat sekolah dilakukan secara sederhana di lingkungan SD Negeri 1 Giripurwo. Seluruh siswa kelas 6 telah menamatkan Al-Qur’an 30 Juz dan semuanya dapat menjadi peserta Khataman tahun ini, total 17 siswa.

Acara Khataman dengan partisipasi Bpk. H. Agus Basuki, S.Ag, M.Si., selaku Pembina Agama Islam wilayah Kapanewon Girimulyo, Ms. Rusmiyati, S.Pd., M.Pd selaku kepala sekolah SD wilayah Kapanewon Girimulyo, Ms. Akhiru Nurul Umah selaku perwakilan dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Girimulyo dan Bpk. Nenek. orang tua/wali siswa kelas VI.

Halal Bihalal Idul Fitri 1443 H Sivitas Politeknik Negeri Tanah Laut

Acara dibuka dengan pembacaan Alquran oleh Nadila Dinda Putri, siswa kelas 5 SD Negeri 1 Giripurwo dan dilanjutkan dengan sambutan.

Nenek. Endang Yunarti Farida, S.Pd., Kepala Sekolah SD Negeri 1 Giripurwo, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas prestasi seluruh siswa. Tak lupa beliau juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua/wali siswa yang telah mendampingi putra-putrinya serta para guru yang telah membimbing dan mempersiapkan seluruh siswa untuk melanjutkan Al-Quran Khataman di SD Negeri 1 Giripurwo. Ia pun tak pernah lelah mengingatkan bahwa langkah baik ini tak boleh dihentikan. Nenek. Endang pun menyodorkan permata hikmah “Ilmu tanpa agama lumpuh. Agama tanpa ilmu buta.” Ini sebagai pengingat bagi seluruh peserta Khataman dan seluruh peserta untuk terus belajar meningkatkan IPTEK dan IMTAQ.

See also  Usaha Rumahan Yang Menjanjikan Di Kampung

Sama seperti Ny. Endang, Pak. H. Agus Basuki, S.Ag., M.Si., juga mengungkapkan rasa bangga dan tugasnya untuk terus menjunjung tinggi Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk bergotong royong menciptakan generasi Qurani, khususnya sebagai pengingat bagi orang tua/wali siswa yang dapat menjadi teladan bagi putra/putrinya.

Nenek. Rusmiyati, S.Pd., M.Pd., memberikan rangkaian kata sambutan dan halal bi halal serta mengucapkan selamat kepada para peserta Khataman Al Quran tahun ini. Ia tidak lupa berpesan bahwa sangat dianjurkan untuk mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan. Nenek. Rusmiyati juga mengingatkan ujian ASPD sudah dekat sehingga beliau berpesan kepada seluruh siswa dan orang tua/wali untuk menjaga diri, menjaga kesehatan dan mengurangi kegiatan yang tidak perlu untuk fokus mempersiapkan ujian. Ia juga senantiasa mengingatkan agar seluruh proses pembelajaran di SD Negeri 1 Giripurwo tetap dilakukan dengan proses yang sehat dan mendorong seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas terutama dalam menyongsong kurikulum mandiri.

Halal Bihalal Peserta Didik

Acara utama Khatmil Quran diawali dengan membaca bersama 3 surah terakhir dalam Al-Quran, yaitu; Surah Al Ikhlas, Surah Al Falaq, Surah Hanas, dan pembacaan Al Quran yang dipimpin oleh Akhiru Nurul Ummah sebagai perwakilan dari Kantor Keagamaan (KUA) Kapanewon Girimulyo. Kemudian dilanjutkan dengan menggantungkan samir dan memberikan piagam kepada para wisudawan.

Acara Khataman Al Quran diakhiri dengan pembacaan doa oleh Ms. Ngatini, A.Ma. sebagai guru PAI di SD Negeri 1 Giripurwo.

Kegiatan Khataman ini diharapkan dapat meningkatkan nilai-nilai religi dalam diri santri dan memotivasi para santri yang telah menamatkan Al-Qur’an 30 Juz untuk terus meningkatkan kemampuannya dan terus mengikuti nilai-nilai nilai Al-Qur’ sebagai salah satu cara untuk mempertahankan hidup Program khatam Al-Qur’an, meskipun dilakukan secara sederhana, tidak mengurangi esensi dan makna rasa terima kasih kepada semua siswa, orang tua / wali, guru, staf dan semua tamu.

Undangan halal bihalal keluarga, lagu halal bihalal, kaligrafi halal bihalal, contoh banner halal bihalal, ayat tentang halal bihalal, logo halal bihalal, doa halal bihalal, surat alquran untuk halal bihalal, tulisan halal bihalal, ayat alquran tentang halal bihalal, contoh spanduk halal bihalal, tema halal bihalal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *